Pages

Rabu, 30 April 2014

AL-QUR'AN UNTUK KECERDASAN ANAK

**Tahfidz Al Qur an dan Kecerdasan Anak ***


 

“Orang  terbaik di antara  kalian adalah orang yang mempelajari Al Qur’an dan mengajarkannya” [HR. al Bukhari dari Utsman bin Affan r.a]
tanjungrahmad.blogspot.com                                                                             
Hadits di atas menjelaskan kepada kita betapa mulianya derajat  orang yang mempelajari dan mengajarkan Al Qur’an, yakni sebagai orang terbaik. Oleh karena itu, apabila kita (para orang tua muslim) menghendaki anak-anak kita menjadi anak yang shalih dan shalihah,  sudah selayaknya kita  memberikan pelajaran “Al Qur’an” sebagai pelajaran ”pertama” dan “utama” kepada anak-anak kita.
Cakupan mempelajari Al Qur’an meliputi: 1. Tahfizh  Al Qur’an (Menghafal Al Qur’an),  2. Qira’ah Al Qur’an (cara membaca Al Qur’an yang benar), 3. Bahasa Arab (sebagai Bahasa Al Qur’an), Tafsir Al Qur’an (makna ayat), dan 4. Fiqih (hukum-hukum yang terkandung di dalam Al Qur’an).

Di antara  pelajaran yang terkait dengan mempelajari Al Qur’an,  Tahfizh Al Qur’an merupakan pelajaran  termudah bagi anak-anak kita. Sebab  program Tahfizhul Qur’an teknik belajarnya sederhana. Cukup dengan mendengar dan mengucapkan secara berulang, baik itu mendengar bacaan kita sendiri ataupun mendengar bacaan orang lain. Yang terpenting bacaan yang didengar tersebut adalah bacaan yang benar, supaya hafalan Al Qur’annya juga benar.

Oleh karena itu, Tahfizh Al Qur’an sudah bisa diprogram sejak  bayi, selama bayi tersebut pendengarannya sudah berfungsi  dengan baik. Hanya saja baru bisa dievaluasi hafalannya di saat kelak dia sudah bisa berbicara.
Semakin intensif anak-anak mendengar bacaan Al Qur’an setiap harinya, secara konsisten dan kontinu,  maka hafalan Al Qur’annya  akan semakin mudah dan semakin cepat. Sehingga tidak mustahil anak-anak bisa hafal Al Qur’an 30 juz sebelum mereka beranjak dewasa. Sebagaimana para ulama dan ilmuwan muslim di masa kejayaan Islam, mereka pada umumnya sudah hafal Al Qur’an di usia anak-anak, bahkan ada yang sudah hafal sebelum usia 10 tahun. Subhanallah, luar biasa!

Di antara para ulama/ilmuwan muslim yang hafal Al Qur’an saat  usia anak-anak adalah:
1. Imam Syafi’i (hidup pada tahun 150 – 204 H).
Beliau hafal Al Qur’an saat usia 7 tahun, dan pada saat usia 17 tahun sudah menjadi mufti/ahli hukum (rujukan masyarakat  untuk menyelesaikan persoalan mereka berdasarkan hukum Islam). Dalam perkembangannya, beliau adalah seorang mujtahid mutlak, dan  ahli ushul fiqh (peletak dasar ilmu ushul fiqh). Sampai sekarang karya ushul fiqh dan fiqh-nya masih dipakai kaum muslimin di seluruh dunia. Sehingga bisa dikatakan, beliau adalah ulama kaliber dunia/internasional.

2. Imam Ath-Thabari (hidup pada  tahun 224 – 310 H).
Beliau hafal Al Qur’an saat usia 7 tahun. Beliau adalah ahli tafsir. Sampai sekarang karya tafsirnya masih digunakan oleh kaum muslim di seluruh dunia. Sehingga bisa dikatakan beliau adalah ahli tafsir kaliber dunia/internasional.

3. Ibnu Sina (hidup pada tahun 370 – 428 H).
Beliau hafal Al Qur’an  saat usia 5 tahun, dan pada saat usia 17 tahun sudah menjadi dokter profesional. Dalam perkembangannya beliau ahli kedokteran,  peletak dasar ilmu-ilmu kedokteran. Sampai sekarang ilmunya masih digunakan di seluruh dunia. Bahkan orang Barat pun menggunakan ilmu/teorinya. Beliau juga merupakan ahli Fisika.

4. Ibnu Khaldun (hidup pada 732 – 808 H).
Beliau hafal Al Qur’an saat usia 7 tahun. Beliau adalah ahli sosiologi dan ahli konstruksi. Pemikiran/teorinya juga masih digunakan sampai sekarang di seluruh dunia.

5. Umar bin Abdul Aziz.
Beliau hafal Al Qur’an saat masih anak-anak. Beliau adalah seorang Kholifah di masa Bani Umayyah. Seorang ahli ekonomi yang tiada duanya di dunia. Beliau sangat terkenal dengan kemampuannya memakmurkan  negara dan bangsanya dalam waktu singkat (29 bulan), sampai-sampai tidak ada rakyatnya yang berhak menerima zakat.
Dan masih banyak ulama maupun ilmuwan muslim yang lain yang hafal Al Qur’an saat usia mereka belum baligh.  Mereka juga ulama/ilmuwan kaliber dunia. Ada yang ahli hadits, ahli fiqh, ahli tafsir, ahli matematik, dll.

Dengan demikian dapat kita simpulkan, bahwa menghafal Al Qur’an secara realitas dapat dibuktikan mudah bagi anak-anak. Yang penting mereka diprogram untuk menghafal Al- Qur’an dan program tersebut dijalankan secara konsisten dan kontinu.
 
Keunggulan Tahfizh Al qur’an Bagi Kecerdasan Anak
Selanjutnya, yang lebih menarik  untuk dikaji adalah adanya realitas yang menunjukkan  bahwa para ulama dan ilmuwan muslim kaliber dunia tersebut  ternyata pada umumnya mereka hafal Al Qur’an pada usia anak-anak. Adakah pengaruh hafalan Al Qur’an terhadap kecerdasan berfikir  anak?

Apabila kita kaji secara mendalam, kecerdasan berfikir anak sangat tergantung pada intensitas proses berfikir yang dia lakukan selama proses belajarnya. Sedangkan proses berfikir itu terjadi apabila terjadi pengaitan antara objek  yang diindera dengan informasi/ilmu yang telah dimiliki sebelumnya tentang objek tersebut. Apabila terjadi pengaitan yang benar dan tepat  antara objek yang diindera dan informasi yang benar dan tepat tentang objek tersebut,  maka lahirlah sebuah pemikiran/ilmu/teori  yang benar tentang objek tersebut, sebagai hasil dari proses berfikir.

Dengan demikian ada dua unsur penting untuk meningkatkan kecerdasan berfikir anak, yakni penginderaan yang cermat dan rinci terhadap suatu objek serta akumulasi informasi yang benar tentang  objek  tersebut. Di mana posisi Tahfizh Al Qur’an dalam mempengaruhi kecerdasan anak?

a.) Tahfizh Al Qur’an akan melatih sensitifitas indera pendengaran anak. Semakin sensitif indera pendengaran anak mendengar lafazh-lafazh ayat Al Qur’an yang   dibacakan, maka semakin mudah anak menjadi fasih mengulang bacaan yang ia dengar. Hal ini akan membantunya untuk cepat  fasih berbicara, selanjutnya mudah belajar bahasa Arab maupun yang lain.

Apabila anak sudah terlatih sensitif mendengar, maka dia akan mudah dan cepat memahami secara benar  nasehat/pelajaran dari guru/orang tuanya. Dengan demikian peluang salah paham menjadi kecil. Bukankah pengajaran dan nasehat untuk memahamkan sesuatu kepada anak-anak  lebih banyak menggunakan lisan dan mendengar? Oleh karena itu kecepatan memahami ilmu yang dijelaskan guru sangat berhubungan secara signifikan dengan sensitifitas dan kecermatan mendengar kalimat demi kalimat yang diungkapkan guru, termasuk intonasi berbicaranya.
b.) Tahfizh Al Qur’an melatih anak untuk berkonsentrasi tinggi. Semakin banyak ayat yang bisa
dihafal oleh anak dan hafalannya ini terpelihara dengan baik,  berarti konsentrasi anak akan semakin tinggi. Pada umumnya semakin banyak ayat yang dihafal, semakin cepat untuk menghafal ayat-ayat lainnya. Hal ini mengindikasikan bahwa terjadi proses perbaikan konsentrasi  menjadi  semakin tinggi, apabila semakin banyak ayat-ayat Al Qur’an yang dihafal.
Coba kita bayangkan, apabila anak-anak kita telah hafal juz ‘Amma dan surat Al Baqarah saja, dan ia bisa membacakannya dengan fasih dan lancar tanpa mushaf, bukankah konsentrasinya sudah bertahan lama? Apatah lagi hafal 30 juz sebelum dewasa. Bukankah konsentrasi yang tinggi sangat berpengaruh dalam kecerdasan berfikir?

Semakin tinggi konsentrasinya semakin tuntas berfikirnya. Selanjutnya, hal ini akan membangun kecerdasan  berfikir yang tinggi.  Kecerdasan tertinggi adalah seorang mujtahid. Yang bisa menyelesaikan persoalan manusia dengan hukum-hukum Allah dengan cara menggali langsung dari ayat-ayat Al Qur’an maupun As Sunnah.

c.) Tahfizhul Qur’an membantu anak-anak  mudah memahami Al Qur’an (sebagai petunjuk  hidup) dan mudah menjadi taqwa.  Apabila anak-anak sudah hafal ayat-ayat Al Qur’an, berarti lafazh-lafazh petunjuk tersebut sudah ada di dalam benaknya. Sehingga pada saat menjelaskan makna ayat-ayat Al Qur’an tersebut dan menggali pemahaman, petunjuk,dan hukum-hukum akan jauh lebih mudah.

Yang lebih penting lagi adalah, apabila benak anak kita telah dipenuhi oleh hafalan  Al Qur’an (Kalamullah), maka akan mudah tertunjuki ke jalan yang benar.  Sebab saat mereka berproses menghafal ayat-ayat  Al Qur’an dengan cara berulang-ulang mendengar ayat-ayat Al Qur’an, mereka telah mendapatkan rahmat. Sebagaimana Firman Allah SWT dalam surat Al A’raaf ayat 204, yang artinya: “Dan apabila dibacakan Al Qur’an, maka dengarkanlahbaik-baik,  dan perhatikanlah dengan tenang, supaya  kalian mendapat rahmat. “

Wahai para orang tua muslim, melangkahlah dengan penuh keyakinan untuk menjadikan “Tahfiz  Al  Qur’an” sebagai pelajaran pertama bagi anak-anak kita, selanjutnya mempelajari “Al Qur’an” dari berbagai bidang ilmu menjadi pelajaran utama bagi mereka. Semoga kelak mereka benar-benar menjadi generasi pemimpin. Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar.[]  Ustadzah Hj. Ir. Emmi Khairani

Selasa, 29 April 2014

Kedahsyatan Al-Qur’an dan pengaruhnya bagi para pembacanya


Kedahsyatan Al-Qur’an dan pengaruhnya bagi para pembacanya



Penelitian seorang Maestro Dr. Ahmad Al-Qadhiy (United States of America)

Ada menyeruak perhatian yang begitu besar terhadap kekuatan membaca Al-Qur’an, dan yang terlansir di dalam Al-Qur’an, dan pengajaran Rasulullah. Dan sampai beberapa waktu yang belum lama ini, belum diketahui bagaimana mengetahui dampak Al-Qur’an tersebut kepada manusia. Dan apakah dampak ini berupa dampak biologis ataukah dampak kejiwaan, atakah malah keduanya, biologis dan kejiwaan.
Maka, untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini, kami memulai sebuah penelitian tentang Al-Qur’an dalam pengulangan-pengulangan “Akbar” di kota Panama wilayah Florida. Dan tujuan pertama penelitian ini adalah menemukan dampak yang terjadi pada organ tubuh manusia dan melakukan pengukuran jika memungkinkan. Penelitian ini menggunakan seperangkat peralatan elektronik dengan ditambah komputer untuk mengukur gejala-gejala perubahan fisiologis pada responden selama mereka mendengarkan bacaan Al-Qur’an.
Penelitian dan pengukuran ini dilakukan terhadap sejumlah kelompok manusia:
• Muslimin yang bisa berbahasa Arab.
• Muslimin yang tidak bisa berbahasa Arab
• Non-Islam yang tidak bisa berbahasa Arab.
Pada semua kelompok responden tersebut dibacakan sepotong ayat Al-Qur’an dalam bahasa Arab dan kemudian dibacakan terjemahnya dalam bahasa Inggris.
Dan pada setiap kelompok ini diperoleh data adanya dampak yang bisa ditunjukkan tentang Al-Qur’an, yaitu 97% percobaan berhasil menemukan perubahan dampak tersebut. Dan dampak ini terlihat pada perubahan fisiologis yang ditunjukkan oleh menurunnya kadar tekanan pada syaraf secara spontanitas. Dan penjelasan hasil penelitian ini aku presentasikan pada sebuah muktamar tahunan ke-17 di Univ. Kedokteran Islam di Amerika bagian utara yang diadakan di kota Sant Louis Wilayah Mizore, Agustus 1984.
Dan benar-benar terlihat pada penelitian permulaan bahwa dampak Al-Qur’an yang kentara pada penurunan tekanan syaraf mungkin bisa dikorelasikan kepada para pekerja: Pekerja pertama adalah suara beberapa ayat Al-Qur’an dalam Bahasa Arab. Hal ini bila pendengarnya adalah orang yang bisa memahami Bahasa Arab atau tidak memahaminya, dan juga kepada siapapun (random). Adapun pekerja kedua adalah makna sepenggal Ayat Al-Qur’an yang sudah dibacakan sebelumnya, sampai walaupun penggalan singkat makna ayat tersebut tanpa sebelumnya mendengarkan bacaan Al-Qur’an dalam Bahasa Arabnya.
Adapun Tahapan kedua adalah penelitian kami pada pengulangan kata “Akbar” untuk membandingkan apakah terdapat dampak Al-Qur’an terhadap perubahan-perubahan fisiologis akibat bacaan Al-Qur’an, dan bukan karena hal-hal lain selain Al-Qur’an semisal suara atau lirik bacaan Al-Qur’an atau karena pengetahun responden bahwasannya yang diperdengarkan kepadanya adalah bagian dari kitab suci atau pun yang lainnya.
Dan tujuan penelitian komparasional ini adalah untuk membuktikan asumsi yang menyatakan bahwa “Kata-kata dalam Al-Qur’an itu sendiri memiliki pengaruh fisiologis hanya bila didengar oleh orang yang memahami Al-Qur’an . Dan penelitian ini semakin menambah jelas dan rincinya hasil penelitian tersebut.
Peralatan
Peralatan yang digunakan adalah perangkat studi dan evaluasi terhadap tekanan syaraf yang ditambah dengan komputer jenis Medax 2002 (Medical Data Exuizin) yang ditemukan dan dikembangkan oleh Pusat Studi Kesehatan Univ. Boston dan Perusahaan Dafikon di Boston. Perangkat ini mengevaluasi respon-respon perbuatan yang menunjukkan adanya ketegangan melalui salah satu dari dua hal: (i) Perubahan gerak nafas secara langsung melalui komputer, dan (ii) Pengawasan melalui alat evaluasi perubahan-perubahan fisiologis pada tubuh. Perangkat ini sangat lengkap dan menambah semakin menguatkan hasil validitas hasil evaluasi.
Subsekuen:
• Program komputer yang mengandung pengaturan pernafasan dan monitoring perubahan fisiologis dan printer.
• Komputer Apple 2, yaitu dengan dua floppy disk, layar monitor dan printer.
• Perangkat monitoring elektronik yang terdiri atas 4 chanel: 2 canel untuk mengevaluasi elektrisitas listrik dalam otot yang diterjemahkan ke dalam respon-respon gerak syaraf otot; satu chanel untuk memonitor arus balik listrik yang ke kulit; dan satu chanel untuk memonitor besarnya peredaran darah dalam kulit dan banyaknya detak jantung dan suhu badan.
Berdasarkan elektrisitas listrik dalam otot-otot, maka ia semakin bertambah yang menyebabkan bertambahnya cengkeraman otot. Dan untuk memonitor perubahan-perubahan ini menggunakan kabel listrik yang dipasang di salah satu ujung jari tangan.
Adapun monitoring volume darah yang mengalir pada kulit sekaligus memonitor suhu badan, maka hal itu ditunjukkan dengan melebar atau mengecilnya pori-pori kulit. Untuk hal ini, menggunakan kabel listrik yang menyambung di sekitar salah satu jari tangan. Dan tanda perubahan-perubahan volume darah yang mengalir pada kulit terlihat jelas pada layar monitoryang menunjukkan adanya penambahan cepat pada jantung. Dan bersamaan dengan pertambahan ketegangan, pori-pori mengecil, maka mengecil pulalah darah yag mengalir pada kulit, dan suhu badan, dan detak jantung.
Metode dan Keadaan yang digunakan:
Percobaan dilakukan selama 210 kali kepada 5 responden: 3 laki-laki dan 2 perempuan yang berusia antara 40 tahun dan 17 tahun, dan usia pertengahan 22 tahun.
Dan setiap responden tersebut adalah non-muslim dan tidak memahami bahasa Arab. Dan percobaan ini sudah dilakukan selama 42 kesempatan, dimana setiap kesempatannya selama 5 kali, sehingga jumlah keseluruhannya 210 percobaan. Dan dibacakan kepada responden kalimat Al-Qur’an dalam bahasa Arab selama 85 kali, dan 85 kali juga berupa kalimat berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan sungguh adanya kejutan/shock pada bacaan-bacaan ini: Bacaan berbahasa Arab (bukan Al-Qur’an) disejajarkan dengan bacaan Al-Qur’an dalam lirik membacanya, melafadzkannya di depan telingga, dan responden tidak mendengar satu ayat Al-Qur’an selama 40 uji-coba. Dan selama diam tersebut, responden ditempatkan dengan posisi duduk santai dan terpejam. Dan posisi seperti ini pulalah yang diterapkan terhadap 170 uji-coba bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an.
Dan ujicoba menggunakan bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an seperti obat yang tidak manjur dalam bentuk mirip seperti Al-Qur’an, padahal mereka tidak bisa membedakan mana yang bacaan Al-Qur’an dan mana yang bacaan berbahasa Arab bukan Al-Qur’an. Dan tujuannya adalah utuk mengetahui apakah bacaan Al-Qur’an bisa berdampak fisiologis kepada orang yang tidak bisa memahami maknanya. Apabila dampak ini ada (terlihat), maka berarti benar terbukti dan dampak tidak ada pada bacaan berbahasa Arab yang dibaca murottal (seperti bacaan Imam Shalat) pada telinga responden.
Adapun percobaan yang belum diperdengarkan satu ayat Al-Qur’an kepada responden, maka tujuannya adalah untuk mengetahui dampak fisiologis sebagai akibat dari letak/posisi tubuh yang rileks (dengan duduk santai dan mata terpejam).
Dan sungguh telah kelihatan dengan sangat jelas sejak percobaan pertama bahwasannya posisi duduk dan diam serta tidak mendegarkan satu ayat pun, maka ia tidak mengalami perubahan ketegangan apapun. Oleh karena itu, percobaan diringkas pada tahapan terakhir pada penelitian perbandingan terhadap pengaruh bacaan Al-Qur’an dan bacaan bahasa Arab yang dibaca murottal seperti Al-Qur’an terhadap tubuh.
Dan metode pengujiannya adalah dengan melakukan selang-seling bacaan: dibacakan satu bacaan Al-Qur’an, kemudian bacaan vahasa Arab, kemudian Al-Qur’an dan seterusnya atau sebaliknya secara terus menerus.
Dan para responden tahu bahwa bacaan yang didengarnya adalah dua macam: Al-Qur’an dan bukan Al-Qur’an, akan tetapi mereka tidak mampu membedakan antara keduanya, mana yang Al-Qur’an dan mana yang bukan.
Adapun metode monitoring pada setiap percobaan penelitian ini, maka hanya mencukupkan dengan satu chanel yaitu chanel monitoring elektrisitas listrik pada otot-otot, yaitu dengan perangkat Midax sebagaimana kami sebutkan di atas. Alat ini membantu menyampaikan listrik yang ada di dahi.
Dan petunjuk yang sudah dimonitor dan di catat selama percobaan ini mengadung energi listrik skala pertengahan pada otot dibandingkan dengan kadar fluktuasi listrik pada waktu selama percobaan. Dan sepanjang otot untuk mengetahui dan membandingkan persentase energi listrik pada akhir setiap percobaan jika dibandingkan keadaan pada awal percobaan. Dan semua monitoring sudah dideteksi dan dicatat di dalam komputer.
Dan sebab kami mengutamakan metode ini untuk memonitor adalah karena perangkat ini bisa meng-output angka-angka secara rinci yang cocok untuk studi banding, evaluasi dan akuntabel..
Pada satu ayat percobaan, dan satu kelompok percobaan perbandingan lainnya mengandung makna adanya hasil yang positif untuk satu jenis cara yang paling kecil sampai sekecil-kecilnya energi listrik bagi otot. Sebab hal ini merupakan indikator bagusnya kadar fluktuasi ketegangan syaraf, dibandingkan dengan berbagai jenis cara yang digunakan responden tersebut ketika duduk.
Hasil Penelitian
Ada hasil positif 65% percobaan bacaan Al-Qur’an. Dan hal ini menunjukkan bahwa energi listrik yang ada pada otot lebih banyak turun pada percobaan ini. Hal ini ditunjukkan dengan dampak ketegangan syaraf yang terbaca pada monitor, dimana ada dampak hanya 33 % pada responden yang diberi bacaan selain Al-Qur’an.
Pada sejumlah responden, mungkin akan terjadi hasil yang terulang sama, seperti hasil pengujian terhadap mendengar bacaan Al-Qur’an. Oleh karena itu, dilakukan ujicoba dengan diacak dalam memperdengarkannya (antara Al-Qur’an dan bacaan Arab) sehingga diperoleh data atau kesimpulan yang valid.
Pembahasan Hasil Penelitian dan Kesimpulan
Sungguh sudah terlihat jelas hasil-hasil awal penelitian tentang dampak Al-Qur’an pada penelitian terdahulu bahwasanya Al-Qur`an memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap syaraf. dan mungkin bisa dicatat pengaruh ini sebagai satu hal yang terpisah, sebagaimana pengaruh inipun terlihat pada perubahan energi listrik pada otot-otot pada organ tubuh. dan perubah-perubahan yang terjadi pada kulit karena energi listrik, dan perubahan pada peredaran darah, perubahan detak jantung, voleme darah yang mengalir pada kulit, dan suhu badan.
Dan semua perubahan ini menunjukan bahwasanya ada perubahan pada organ-organ syaraf otak secara langsung dan sekaligus mempengaruhi organ tubuh lainnya. Jadi, ditemukan sejumlah kemungkinan yang tak berujung ( tidak diketahui sebab dan musababnya) terhadap perubahan fisiologis yang mungkin disebabkan oleh bacaan Al-Qur`an yang didengarkannya.
Oleh karena itu sudah diketahui oleh umum bahwasanya ketegangan-ketegangan saraf akan berpengaruh kepada dis-fungsi organ tubuh yang dimungkinkan terjadi karena produksi zat kortisol atau zat lainnya ketika merespon gerakan antara saraf otak dan otot. Oleh karena itu pada keadaan ini pengaruh Al-Qur`an terhadap ketegangan saraf akan menyebabkan seluruh badannya akan segar kembali, dimana dengan bagusnya stamina tubuh ini akan menghalau berbagai penyakit atau mengobatinya. Dan hal ini sesuai dengan keadaan penyakit tumor otak atau kanker otak.
Juga, hasil uji coba penelitian ini menunjukan bahwa kalimat-kalimat Al-Qur`an itu sendiri memeliki pengaruh fisiologis terhadap ketegangan organ tubuh secara langsung, apalagi apabila disertai dengan mengetahui maknanya.
Dan perlu untuk disebutkan disini bahwasanya hasil-hasil penelitian yang disebutkan diatas adalah masih terbatas dan dengan responden yang juga terbatas.

Peran musik untuk perkembangan otak anak


Peran musik untuk perkembangan otak anak

tanjungrahmad.blogspot.com
Musik bukan hanya berpengaruh pada kecerdasaan anak tapi juga memiliki dampak psikologis. Bukan hanya musik klasik karya Mozart, namun stimulasi dari jenis-jenis musik lainnnya juga diperlukan.

Dibandingkan dengan anak seusianya, kemampuan rata-rata Nilam (6 bulan), anak dari Melati (30 tahun), terlihat jauh lebih baik. Ketika berusia dua bulan, Nilam sudah bisa tertawa terbahak-bahak. Bahkan, ketika umurnya menginjak empat bulan, Nilam sudah bisa bersalaman.

Ketika hamil, Melati pernah membaca artikel bahwa musik klasik karya Wolfgang Amadeus Mozart bisa membuat otak kanan janin dalam kandungan berkembang lebih baik. Paparan musik klasik itu, disebutkan dapat meningkatkan kemampuan afektif si anak, yaitu kemampuan yang berkaitan dengan pengelolaan rasa, emosi, sikap, penerimaan atau penolakan terhadap suatu objek.

Terpengaruh oleh artikel tersebut, Melati lalu berusaha untuk selalu mendengarkan musik klasik selama masa kehamilannnya. Untunglah, musik yang buat banyak orang terasa berat dan membosankan itu, bukanlah jenis musik yang asing ditelinganya, apalagi membosankan.

Mendengarkan musik klasik, mungkin juga banyak dilakukan wanita hamil. Musik klasik karya Mozart adalah pilihan yang paling banyak diambil. Beberapa penelitian diluar negeri menyatakan, pemberian stimulasi dengan terapi musik klasik paling efektif diterapkan sejak bayi masih dalam kandungan. Penelitian itu meyakini bahwa pada usia kandungan diatas 8 minggu, otak janin bayi mulai berfungsi, dan pendengaran merupakan panca indera paling sederhana yang sudah biasa dirangsang.

Dr.Kuei Pin Yeo, President Director Yayasan dan Sekolah Musik Jakarta, menuturkan bahwa peran musik memang sangat besar untuk merangsang perkembangan otak anak. “Efeknya dapat mempengaruhi kemampuan kognitif anak, yaitu kemampuan untuk mengenali atau menafsirkan lingkungannnya dalam bentuk bahasa, memori dan visual, “ jelasnya.

Menurutnya, musik klasik dianggap paling baik memberi rangsangan pendengaran janin dalam kandungan, karena irama musik klasik memiliki frekuensi yang bervariasi dengan mengeluarkan nada-nada yang indah. ”Musik klasik memiliki metode dan memiliki jenjang. Berbeda dengan musik lain, “ ungkapnya.

Yeo menambahkan musik juga bagus untuk mengelola emosional anak.”misal, jika didengarkan musik lembut maka anak akan tenang, kalau musik yang riang anak pun akan terlihat gembira,” jelasnya. Anak yang sejak dalam kandungan telah bisa diperdengarkan alunan musik biasanya dalam masa pertumbuhannnya nanti, anak itu dapat dengan mudah beradaptasi dan belajar musik.

Selain itu, menurut Yeo, efek dari musik, juga bisa dirasakan anak yang belajar alat musik. “ dengan belajar salah satu alat musik kemampuan motorik tangan anak akan terasah, ujar pemilik yayasan musik ini. Bahkan berdasarkan pemantauan Yeo terhadap anak didiknya, tidak ada anak didiknya yang memiliki nilai buruk disekolah. “Jarang sekali anak didik saya yang baik dalam bidang musik, tapi buruk dalam pelajaran sekolah. Yang ada nilai mereka baik dimusik juga disekolah,” ungkapnya.

Sedangkan psikilog dari Universitas Indonesia, Dra. Linda Primana, MSi, menuturkan bahwa musik bukan hanya berpengaruh pada kecerdasaan anak tapi memiliki dampak psikologis bagi yang mendengarnya. “Musik mampu meningkatkan pertumbuhan otak anak, karena musik merangsang pertumbuhan sel otak. Musik bisa membuat kita menjadi rileks dan riang, yang merupakan emosi positif. Emosi positif inilah yang membuat fungsi berfikir seseorang menjadi maksimal. Jangankan untuk anak, kita yang sudah dewasa saja bisa tenang saat mendengarkan, “ ujarnya.

Musik juga bermanfaat untuk mengurangi stress, depresi dan kecemasan. Musik juga baik untuk relaksasi, mengaktifkan tubuh, meningkatkan daya ingat dan kesedaran. “Contohnya, bila kita mendengarkan musik yang riang maka suasana hati kita juga akan riang.

Menurut Linda, pemberian stimulasi dengan terapi musik pada anak paling efektif diterapkan sejak anak dalam masa kandungan hingga anak mencapai usia 3 tahun. Karena selama periode ini otak anak mengalami pertumbuhan pesat. Pilihlah waktu yang sama setiap harinya dengan durasi sekitar 30 menit. Sebaiknya lakukan saat janin atau anak terjaga agar Ia bisa menyimak rangsangan suara secara aktif. “Dengan begitu, daya ingatnya juga ikut terangsang dan bertambah kuat,” terang Linda. Terapi musik pada anak juga dapat mengurangi gangguan disleksia, autisme, serta gangguan psikologis lainnya.

Upaya memberikan rangsangan atau stimulasi pada otak anak, menurut Linda harus terus diberikan setelah anak lahir dan dalam masa pertumbuhan. Memberikan terapi musik yang berefek pada kecerdasan anak hanya salah satu faktor saja. “ketika anak lahir, jenis rangsangan yang diberikan tidak hanya suara, tapi lebih beragam lagi. Seperti rangsangan untuk mengenal warna dan benda-benda yang ada disekitarnya, yang efeknya sangat baik untuk melatih kecerdasan dan kepribadian anak,” paparnya.

Ketika anak berusia dua tahun, biasanya anak mulai banyak bertanya. Tidak sedikit orang tua yang menangggapi gempuran keingintahuan anak dengan memberikan jawaban singkat, bahkan berusaha menghentikan pertanyaan anak. Padahal justru pada masa itulah, seharusnya orang tua berusaha merangsang anak dengan obrolan yang bisa terus memancing obrolan yang bisa mendidik anak. “Ini juga tahap pembelajaran yang sangat baik untuk perkembangan otak anak,”ujarnya.
Linda pun berpendapat bahwa sebenarnya semua jenis musik dapat didengarkan oleh ibu hamil, karena yang terpenting musik yang didengarkan dapat menyenagkan hati si ibu, yang secara otomatis juga kepada anaknya. “ pada saat itu anak tidak mengangggap musik sebagai suatu irama, seperti kita mendengarkan musik, tapi hanya sebagai suatu getaran suara yang membuat ia lebih peka terhadap getaran tersebut,” ujarnya.

Hanya saja sejauh ini, lanjut Linda, penelitian yang ada baru mengungkapkan bahwa musik klasik adalah musik terbaik yang memiliki pengaruh pada kecerdasan anak. “Menurut saya, musik yang lain juga bisa mempengaruhi kecerdasan anak. Tapi sayangnya belum ada yang meneliti apakah musik pop, jazz atau tradisional memiliki pengaruh pada kecerdasan anak,” jelasnya. Pada intinya, berbagai getaran yang teratur dan enak didengar akan merangsang indera pendengaran anak dengan baik. “Hanya saja apakah anak yang tidak mendengarkan musik klasik, akan tidak sebaik anak yang didengarkan musik klasik? Sejauh ini belum diketahui pasti,” ungkapnya.

Menurut Linda, musik juga berfungsi sebagai terapi. “Oleh karena itu kalau orang tua mau memanfaatkan fungsi musik sebagai terapi dirumah, selain hasilnya akan sangat bagus bagi perkembangan anak, termasuk dalam hal konsentrasi, bisa juga membuat atmosfer rumah lebih bersemangat tapi semuanya tergantung dari musik yang dipasang,”tuturnya. Linda mengaku secara teratur memutar musik untuk didengar keluarganya setiap pagi dirumahnya. “Berdasarkan hasil penelitian yang pernah saya baca, mendengarkan musik di pagi hari akan meningkatkan daya konsentrasi siapapun yang mendengarkan” jelasnya. Namun, Linda menyayangkan, di Indonesia khususnya, musik tidak banyak dilibatkan dalam kurikulum sekolah, bahkan kerap kali dipandang remeh.

Dr. Djohan Salim, seorang terapis musik, berpendapat, mitos memperdengarkan musik klasik khususnya Mozart pada anak sejak dini dapat meningkatkan kecerdasan, belum terbukti keabsahannnya. “Kemungkinan, psikolog Don Campbell yang pertama kali mendengung mitos ini hanya mengaitkan kecerdasan dengan kemampuan matematika. Karena pada musik barat, khususnya musik klasik, menggunakan spesial temporal yang merupakan bagian dari ilmu eksak,” ucapnya.

Djohan menambahkan, kalaupun ada penelitian yang membuktikan musik klasik dapat meningkatkan aktivitas saraf-saraf otak sangatlah bersifat individual. Kemungkinan anak-anak tersebut mengalami perasaan rileks saat mendengarkan musik klasik, namun ada pula yang tidak atau justru merasa stres. “Umumnya, jika suasana psikis seorang bayi, maka ia dapat menerima informasi dengan baik meski tidak mendengarkan musik klasik,” katanya.

Musik tidak diciptakan untuk menyengsarakan reseptornya, lanjut Djohan, penilaian serta fungsi aliran musik berpeluang pada pendengarannya .”Kita harus lebih kritis, mengapa musik klasik membuat anak pintar ? Mengapa harus karya Mozart? Bagimana dengan efek musik lain? mengapa musik Indonesia tidak membuat anak pintar? padahal lebih mudah dipahami?,” katanya.

Djohan juga mempertanyakan keistimewaan panjang frekuensi musik Mozart sehingga dapat menembus perut kulit ibu hamil hingga ke telinga janin. “Padahal, setiap musik memiliki elemen dasar yaitu pitch (frekuensi suara), tempo, timbre (warna suara), dan dinamika. Lalu apa yang membedakan musik Mozart dengan musik yang lainnya?” Djohan menambahkan.

Djohan menjelaskan, musik sebagai terapi adalah musik yang dipakai sebagai media untuk mempengaruhi psikologi manusia. Dan manusia adalah makhluk yang amat kompleks, sehinggga musik terapi seharusnya dibuat berdasarkan kebutuhan perindividu. “Selain itu, kita harusnya menyadari bahwa janin sudah memiliki musiknya sendiri saat didalam kandungan,“ katanya. Musik bagi janin itu, menurut pengajar Institut Seni Indonesia, Yogyakarta ini adalah detak jantung ibu yang terdengar oleh bayi.

Menurutnya, detak jantung memiliki keempat elemen dasar dari terciptanya suatu musik. Mulai dari pitch, tempo, timbre, hingga dinamika. “ Keempat elemen itulah yang kemudian terinternalisasi dalam diri janin. Dan selama ditujukan untuk terapi, maka harus dibuat berdasarkan kenyamanan individual. Itu artinya, bisa jadi elemen pembentuknya tidak sempurna. Hanya tiga atau dua, tapi selama itu bagian dari suara yang sudah terinternalisasi, maka musik sudah menjadi media terapeutik,” ujarnya.

Namun, Djohan sependapat bahwa musik, bermanfaat untuk menimbulkan relaksasi dan ketenangan pada seseorang, sehingga kondisi psikisnya menjadi lebih sehat. “Relaksasi disini bukan berarti hanya membuat seseorang tertidur dan istirahat. Tapi, lebih kepada bagaimana musik tersebut dapat secara langsung mempengaruhi aspek emosionalnya untuk kemudian mempengaruhi kenyamanan seseorang. Dan terciptalah psikofisik yang sempurna sehingga sistem pertahanan dan kekebalan tubuh dapat berfungsi secara maksimal,” tuturnya.

Untuk itu, musik sebagai terapi harus dilakukan berdasarkan prosedur pelaksanaan terapi. Hal pertama yang dilakukan menentukan diagnosis terhadap gangguan psikologi yang dihadapi, untuk kemudian menentukan target capain kenyamanan. Setelah itu, memperkenalkan berbagi jenis musik untuk mencari jenis musik apa yang dapat menciptakan kondisi psikologis yang nyaman. “Makanya, pada awal terapi akan disediakan waktu lima sampai sepuluh menit untuk mengetahui jenis musik apa yang secara direct mempengaruhi psikologisnya,” jelas Djohan.

Pada dasarnya setiap orang memiliki memori dalam otaknya yang dapat mengasosiasikan satu jenis bunyi atau musik tertentu pada masa lampau yang menenangkannnya. “Musik yang memiliki asosiasi baik pada memori yang menenangkan akan menaikan suhu tubuh, sehingga badannya akan hangat dan membuat orang tersebut memasuki relaksasi,” ujarnya. Jadi, lanjut Djohan musik yang dijadikan sebagai terapi bukanlah secara langsung menyembuhkan penyakit. Musik hanya dimanfaatkan sebagai suplemen dan penunjang proses penyembuhan penyakit. Maka, mulai saat ini pilihlah musik yang dapat menghangatkan tubuh anda untuk melakukan relaksasi murah meriah.

Senin, 28 April 2014

Alasan Ilmiah Islam Melarang Pria Memakai Emas

Alasan Ilmiah Islam Melarang Pria Memakai Emas 



tanjungrahmad.blogspot.com








Mungkin diantara kita masih ada yang bertanya - tanya mengapa laki laki muslim dilaramg memakai emas oleh Rasulullah , Inilah tinjauan ilmiah atau analisa medisnya. Para ahli fisika telah menyimpulkan bahwa atom pada emas mampu menembus ke dalam kulit dan masuk ke dalam darah manusia, dan jika kita (pria) mengenakan emas dalam jumlah tertentu dan dalam jangka waktu yang lama, maka dampak yang ditimbulkan yaitu di dalam darah dan urine akan mengandung atom emas dalam prosentase yang melebihi batas (dikenal dengan sebutan migrasi emas). Dan apabila ini terjadi, maka akan mengakibatkan penyakit Alzheimer. Penyakit Alzheimer sendiri adalah suatu penyakit dimana orang tersebut kehilangan semua kemampuan mental dan fisik serta menyebabkan kembali seperti anak kecil.
Lalu bagaimana dengan wanita?
Apakah Emas tidak berbahaya jika digunakan oleh wanita.
Wanita tidak menderita masalah ini karena setiap bulan, partikel berbahaya tersebut keluar dari tubuh wanita melalui menstruasi. Islam sendiri sejak ribuan tahun yang lalu telah melarang kaum pria menggunakan emas padahal pada zaman tersebut penelitian ataupun ahli fisika belum menemukan dampak emas ini bagi tubuh manusia. Dalam Islam setiap pria/laki-laki diharamkan untuk menggunakan emas sebagaimana yang telah ditetapkan dalam hukum-hukum syariat setiap orang muslim dalam sabda Rasul sebagai berikut
“Diharamkan memakai pakaian sutera dan emas atas laki-laki dari umatku”. (Hadist HR. Turmudzi)
“Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria”. (HR. An Nasai dan Ahmad)
Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga.Dan barangsiapa Dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)
Selain Riwayat Hadist di atas, ada beberapa Riwayat Nabi yang lain, yang mengemukakan hal yang sama:
  • Diriwayatkan dari Umar, dia berkata, “Rasulullah shallallahu alayhi wasalam pernah membuat cincin emas, dan ketika memakainya meletakkan matanya dibagian dalam telapak tangannya, maka orang-orang jugamembuat cincin emas. Kemudian Rasulullah duduk diatas mimbar dan menaggalkan cincinnya sambil bersabda, ‘Sungguh aku telah memakai cincin ini dan aku letakkan matanya di perut telapak tangan‘ Lalau beliau membunag cincinitu sambil berkata, ‘Demi Allah aku tidak akan memakainya lagi selama-lamanya‘ maka orang-orang pun membuang cincin mereka”(HR Bukhari dan Muslim).
  • Nabi shallallahu alayhi wasalam pernah melihat sebuah cincin emas ditangan seorang lelaki, lalu beliau melepaskan cincin itu dan membuangnya, seraya bersabda, “Salah seorang dari kalian sengaja mengambil bara api neraka dan meletakkannya ditangannya“, Setelah itu Rasulullah pun pergi. Para sahabat berkata kepada lelaki itu “Ambillah cincinmu itu dan manfaatkanlah“. Lelaki itu menjawab “Tidak demi Allah, aku tidak akan mengambilnya setelah Rasulullah membuangnya“. (HR Muslim)
  • Diriwayatkan dari Abu Umamah, bahwa Nabi shallallahu alayhi wasalam pernah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada Allahdan hari akhir, maka janganlah mengenakan sutra dan (memakai perhiasan emas).“(HR Ahmad, Hakim dan Ath-Thabrani)
  • Dari Abi Musa ra. bahwa Rasulullah saw bersabda,”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.”(HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih)
  • Secara logika,  jika emas halal Rasul akan memakai, sahabat akan memakai karena mengikuti Sunnah Rasulullah, ulama akan memakai karena Sunnah Rasulullah, kyai/syech akan memakai karena Sunnah Rasulullah, imam masjid akan memakai karena mendapat ilmu dari gurunya dan dalam rangka menjalankan Sunnah Rasul, sedangkan di dunia ini TAK ADA SEORANG ULAMA PUN yang mengenakan EMAS
Dari uraian di atas, emas dalam bentuk apapun, dalam berbagai warna hukumnya adalah HARAM. Meskipun pula seandainya emas di jadikan sepuhan untuk bahan lain, maka hukumnya tetaplah haram. Sebab nama emas tetap saja lekat meski kadarnya berkurang.
Namun benda yang dicat dengan warna emastidak bisa dikatakan sebagai emas. Sehingga tidak menjadi masalah bila seorang laki-laki menggunakan pakaian atau perlengkapan imitasi emas. Hukumnya tidak haram, sebab kenyataannya memang bukan emas, melainkan hanya rupa dan warnya saja. Yang haram adalah emasnya, bukan kemiripannya.
Dibalik larangan laki-laki menggunakan emas adalah agar kita hidup secara sederhana dan tidak bermegah-megahan dalam harta dan perhiasan. Selain itu perhiasan (emas )layak digunakan untuk wanita sebagai alat untuk mempercantik diri dan menarik hati laki-laki (suami tentunya) sedangkan laki-laki tidak perlu perhiasan untuk menarik hati wanita. Di balik semua itu ada hikmah tersembunyi mengapa Allah melarang laki-laki/pria memakai emas yaitu dari segi kesehatan sebagai di sampaikan di awal. Subbhanallah… Maha Suci Alah Dengan Segala FirmanNya.

Minggu, 27 April 2014

AYAT TENTANG TUMBUHAN

Ayat Tentang Tumbuhan



بسم الله الرحمن الرحيم

tanjungrahmad.blogspot.com
Berikut beberapa ayat yang membahas tentang tumbuhan, semoga bermanfaat !

Allah yang menumbuhkan tanaman dari air hujan
{وَهُوَ الَّذِي أَنْزَلَ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَخْرَجْنَا بِهِ نَبَاتَ كُلِّ شَيْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُتَرَاكِبًا وَمِنَ النَّخْلِ مِنْ طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ وَالزَّيْتُونَ وَالرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَابِهٍ انْظُرُوا إِلَى ثَمَرِهِ إِذَا أَثْمَرَ وَيَنْعِهِ إِنَّ فِي ذَلِكُمْ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ} [الأنعام: 99]
Dan dialah yang menurunkan air hujan dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka kami keluarkan dari tumbuh-tumbuhan itu tanaman yang menghijau. kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang korma mengurai tangkai-tangkai yang menjulai, dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. perhatikanlah buahnya di waktu pohonnya berbuah dan (perhatikan pulalah) kematangannya. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang beriman. [Al-An'aam:99]
     Dan dialah yang menjadikan kebun-kebun yang berjunjung dan yang tidak berjunjung, pohon korma, tanam-tanaman yang bermacam-macam buahnya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak sama (rasanya). makanlah dari buahnya (yang bermacam-macam itu) bila dia berbuah, dan tunaikanlah haknya di hari memetik hasilnya (dengan disedekahkan kepada fakir miskin); dan janganlah kamu berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang berlebih-lebihan. [Al-An'aam:141]
     Maka kami tumbuhkan dengan air hujan itu berjenis-jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam. [Thaahaa:53]
     Dan kami turunkan dari awan air yang banyak tercurah, Supaya kami tumbuhkan dengan air itu biji-bijian dan tumbuh-tumbuhan, Dan kebun-kebun yang lebat. [An-Naba': 14-16]
     Dan kami hamparkan bumi itu dan kami letakkan padanya gunung-gunung yang kokoh dan kami tumbuhkan padanya segala macam tanaman yang indah dipandang mata, Untuk menjadi pelajaran dan peringatan bagi tiap-tiap hamba yang kembali (mengingat Allah). Dan kami turunkan dari langit air yang banyak manfaatnya lalu kami tumbuhkan dengan air itu pohon-pohon dan biji-biji tanaman yang diketam, Dan pohon kurma yang tinggi-tinggi yang mempunyai mayang yang bersusun- susun, Untuk menjadi rezki bagi hamba-hamba (Kami), dan kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). seperti Itulah terjadinya kebangkitan. [Qaaf: 7-11]
     Dia-lah, yang Telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu, sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanam-tanaman; zaitun, korma, anggur dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan. [An-Nahl: 10-11]
     Dan kami turunkan air dari langit menurut suatu ukuran; lalu kami jadikan air itu menetap di bumi, dan Sesungguhnya kami benar-benar berkuasa menghilangkannya. Lalu dengan air itu, kami tumbuhkan untuk kamu kebun-kebun kurma dan anggur; di dalam kebun-kebun itu kamu peroleh buah-buahan yang banyak dan sebahagian dari buah-buahan itu kamu makan, Dan pohon kayu keluar dari Thursina (pohon zaitun), yang menghasilkan minyak, dan pemakan makanan bagi orang-orang yang makan. [Al-Mu'minuun: 18-20]
     Dan kami tumbuhkan untuk dia sebatang pohon dari jenis labu. [Ash-Shaaffaat:146]


Tiada Tuhan selain Allah
{أَمَّنْ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ وَأَنْزَلَ لَكُمْ مِنَ السَّمَاءِ مَاءً فَأَنْبَتْنَا بِهِ حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ مَا كَانَ لَكُمْ أَنْ تُنْبِتُوا شَجَرَهَا أَإِلَهٌ مَعَ اللَّهِ بَلْ هُمْ قَوْمٌ يَعْدِلُونَ} [النمل: 60]
Atau siapakah yang Telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? apakah disamping Allah ada Tuhan (yang lain)? bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). [An-Naml:60]


Semua diciptakan berpasangan
{وَآيَةٌ لَهُمُ الْأَرْضُ الْمَيْتَةُ أَحْيَيْنَاهَا وَأَخْرَجْنَا مِنْهَا حَبًّا فَمِنْهُ يَأْكُلُونَ (33) وَجَعَلْنَا فِيهَا جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ وَفَجَّرْنَا فِيهَا مِنَ الْعُيُونِ (34) لِيَأْكُلُوا مِنْ ثَمَرِهِ وَمَا عَمِلَتْهُ أَيْدِيهِمْ أَفَلَا يَشْكُرُونَ (35) سُبْحَانَ الَّذِي خَلَقَ الْأَزْوَاجَ كُلَّهَا مِمَّا تُنْبِتُ الْأَرْضُ وَمِنْ أَنْفُسِهِمْ وَمِمَّا لَا يَعْلَمُونَ} [يس: 33 - 36]
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. kami hidupkan bumi itu dan kami keluarkan dari padanya biji-bijian, Maka daripadanya mereka makan. Dan kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan kami pancarkan padanya beberapa mata air, Supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur? Maha Suci Tuhan yang Telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui. [Yasin: 33-36]
     Dan Dia-lah Tuhan yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya. dan menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan, Allah menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang memikirkan. Dan di bumi Ini terdapat bagian-bagian yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur, tanaman-tanaman dan pohon korma yang bercabang dan yang tidak bercabang, disirami dengan air yang sama. kami melebihkan sebahagian tanam-tanaman itu atas sebahagian yang lain tentang rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berfikir. [Ar-Ra'd: 3-4]


Tanah yang baik menghasilkan tanaman yang  subur dengan seizin Allah
{وَالْبَلَدُ الطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُ بِإِذْنِ رَبِّهِ وَالَّذِي خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا كَذَلِكَ نُصَرِّفُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ } [الأعراف: 58]
Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya Hanya tumbuh merana. Demikianlah kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (kami) bagi orang-orang yang bersyukur. [Al-A'raaf:58]


Tumbuh sesuai ukuran
{وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ مَوْزُونٍ} [الحجر: 19]
Dan kami Telah menghamparkan bumi dan menjadikan padanya gunung-gunung dan kami tumbuhkan padanya segala sesuatu menurut ukuran. [Al-Hijr:19]


Perumpamaan kehidupan duniawi
{إِنَّمَا مَثَلُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا كَمَاءٍ أَنْزَلْنَاهُ مِنَ السَّمَاءِ فَاخْتَلَطَ بِهِ نَبَاتُ الْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ النَّاسُ وَالْأَنْعَامُ حَتَّى إِذَا أَخَذَتِ الْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَازَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَا أَنَّهُمْ قَادِرُونَ عَلَيْهَا أَتَاهَا أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَاهَا حَصِيدًا كَأَنْ لَمْ تَغْنَ بِالْأَمْسِ كَذَلِكَ نُفَصِّلُ الْآيَاتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ} [يونس: 24]
Sesungguhnya perumpamaan kehidupan duniawi itu, adalah seperti air (hujan) yang kami turunkan dan langit, lalu tumbuhlah dengan suburnya Karena air itu tanam-tanaman bumi, di antaranya ada yang dimakan manusia dan binatang ternak. hingga apabila bumi itu Telah Sempurna keindahannya, dan memakai (pula) perhiasannya*, dan pemilik-permliknya mengira bahwa mereka pasti menguasasinya (memetik hasilnya), tiba-tiba datanglah kepadanya azab kami di waktu malam atau siang, lalu kami jadikan (tanam-tanamannya) laksana tanam-tanaman yang sudah disabit, seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah kami menjelaskan tanda-tanda kekuasaan (kami) kepada orang-orang berfikir. [Yunus:24]
* Maksudnya: Bumi yang indah dengan gunung-gunung dan lembah-lembahnya Telah menghijau dengan tanam-tanamannya.
     Dan berilah perumpamaan kepada mereka (manusia), kehidupan dunia sebagai air hujan yang kami turunkan dari langit, Maka menjadi subur karenanya tumbuh-tumbuhan di muka bumi, Kemudian tumbuh-tumbuhan itu menjadi kering yang diterbangkan oleh angin. dan adalah Allah, Maha Kuasa atas segala sesuatu. [Al-Kahf:45]
     Ketahuilah, bahwa Sesungguhnya kehidupan dunia Ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; Kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning Kemudian menjadi hancur. dan di akhirat (nanti) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. dan kehidupan dunia Ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. [Al-Hadiid:20]


Nikmat Tuhan manakah yang kamu dustakan?
{وَالْأَرْضَ وَضَعَهَا لِلْأَنَامِ (10) فِيهَا فَاكِهَةٌ وَالنَّخْلُ ذَاتُ الْأَكْمَامِ (11) وَالْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ وَالرَّيْحَانُ (12) فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ} [الرحمن: 10 - 13]
Dan Allah Telah meratakan bumi untuk makhluk(Nya). Di bumi itu ada buah-buahan dan pohon kurma yang mempunyai kelopak mayang. Dan biji-bijian yang berkulit dan bunga-bunga yang harum baunya. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? [Ar-Rahman: 10-13]
     Maka hendaklah manusia itu memperhatikan makanannya. Sesungguhnya kami benar-benar Telah mencurahkan air (dari langit), Kemudian kami belah bumi dengan sebaik-baiknya, Lalu kami tumbuhkan biji-bijian di bumi itu, Anggur dan sayur-sayuran, Zaitun dan kurma, Kebun-kebun (yang) lebat, Dan buah-buahan serta rumput-rumputan, Untuk kesenanganmu dan untuk binatang-binatang ternakmu. ['Abasa: 24-32]
     Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, berapakah banyaknya kami tumbuhkan di bumi itu pelbagai macam tumbuh-tumbuhan yang baik? Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat suatu tanda kekuasaan Allah. dan kebanyakan mereka tidak beriman. [Asy-Syu'araa': 7-8]


Yahudi kufur nikmat
Dan (ingatlah), ketika kamu berkata: "Hai Musa, kami tidak bisa sabar (tahan) dengan satu macam makanan saja. sebab itu mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu, agar dia mengeluarkan bagi kami dari apa yang ditumbuhkan bumi, yaitu sayur-mayurnya, ketimunnya, bawang putihnya, kacang adasnya, dan bawang merahnya". Musa berkata: "Maukah kamu mengambil yang rendah sebagai pengganti yang lebih baik ? pergilah kamu ke suatu kota, pasti kamu memperoleh apa yang kamu minta". lalu ditimpahkanlah kepada mereka nista dan kehinaan, serta mereka mendapat kemurkaan dari Allah. hal itu (terjadi) Karena mereka selalu mengingkari ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi yang memang tidak dibenarkan. demikian itu (terjadi) Karena mereka selalu berbuat durhaka dan melampaui batas. [Al-Baqarah:61]


Bukti adanya kebangkitan
Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), Maka (ketahuilah) Sesungguhnya kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, Kemudian dari segumpal darah, Kemudian dari segumpal daging yang Sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar kami jelaskan kepada kamu dan kami tetapkan dalam rahim, apa yang kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, Kemudian kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur- angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. dan kamu lihat bumi Ini kering, Kemudian apabila telah kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. Yang demikian itu, karena Sesungguhnya Allah, dialah yang haq (Tuhan yang Sebenarnya) dan Sesungguhnya dialah yang menghidupkan segala yang mati dan Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu, Dan Sesungguhnya hari kiamat itu Pastilah datang, tak ada keraguan padanya; dan bahwasanya Allah membangkitkan semua orang di dalam kubur. [Al-Hajj: 5-7]


Ikhlas bersedekah
{أَيَوَدُّ أَحَدُكُمْ أَنْ تَكُونَ لَهُ جَنَّةٌ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ لَهُ فِيهَا مِنْ كُلِّ الثَّمَرَاتِ وَأَصَابَهُ الْكِبَرُ وَلَهُ ذُرِّيَّةٌ ضُعَفَاءُ فَأَصَابَهَا إِعْصَارٌ فِيهِ نَارٌ فَاحْتَرَقَتْ كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمُ الْآيَاتِ لَعَلَّكُمْ تَتَفَكَّرُونَ} [البقرة: 266]
Apakah ada salah seorang di antaramu yang ingin mempunyai kebun kurma dan anggur yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dia mempunyai dalam kebun itu segala macam buah-buahan, Kemudian datanglah masa tua pada orang itu sedang dia mempunyai keturunan yang masih kecil-kecil. Maka kebun itu ditiup angin keras yang mengandung api, lalu terbakarlah. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada kamu supaya kamu memikirkannya. [Al-Baqarah:266]
Ini adalah perumpamaan orang yang menafkahkan hartanya Karena riya, membangga-banggakan tentang pemberiannya kepada orang lain, dan menyakiti hati orang.


Khamar bukan rezki yang baik
{وَمِنْ ثَمَرَاتِ النَّخِيلِ وَالْأَعْنَابِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَةً لِقَوْمٍ يَعْقِلُونَ} [النحل: 67]
Dan dari buah korma dan anggur, kamu buat minimuman yang memabukkan dan rezki yang baik. Sesunggguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang yang memikirkan. [An-Nahl:67]


Buah surga
{لَكُمْ فِيهَا فَاكِهَةٌ كَثِيرَةٌ مِنْهَا تَأْكُلُونَ} [الزخرف: 73]
Di dalam syurga itu ada buah-buahan yang banyak untukmu yang sebahagiannya kamu makan. [Az-Zukhruf:73]
     Di dalam syurga mereka meminta segala macam buah-buahan dengan aman (dari segala kekhawatiran). [Ad-Dukhaan:55]
     Dan kami beri mereka tambahan dengan buah-buahan dan daging dari segala jenis yang mereka ingini. [Ath-Thuur:22]
     Di dalam kedua syurga itu terdapat segala macam buah-buahan yang berpasangan. [Ar-Rahman:52]
     Di dalam keduanya (ada macam-macam) buah-buahan dan kurma serta delima. [Ar-Rahman:68]


Zaitun pohon yang berberkah


tanjungrahmad.blogspot.com
{اللَّهُ نُورُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ مَثَلُ نُورِهِ كَمِشْكَاةٍ فِيهَا مِصْبَاحٌ الْمِصْبَاحُ فِي زُجَاجَةٍ الزُّجَاجَةُ كَأَنَّهَا كَوْكَبٌ دُرِّيٌّ يُوقَدُ مِنْ شَجَرَةٍ مُبَارَكَةٍ زَيْتُونَةٍ لَا شَرْقِيَّةٍ وَلَا غَرْبِيَّةٍ يَكَادُ زَيْتُهَا يُضِيءُ وَلَوْ لَمْ تَمْسَسْهُ نَارٌ نُورٌ عَلَى نُورٍ يَهْدِي اللَّهُ لِنُورِهِ مَنْ يَشَاءُ} [النور: 35]
Allah (Pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus, yang di dalamnya ada Pelita besar. Pelita itu di dalam kaca (dan) kaca itu seakan-akan bintang (yang bercahaya) seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berberkah, (yaitu) pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur (sesuatu) dan tidak pula di sebelah barat(nya), yang minyaknya (saja) hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. cahaya di atas cahaya (berlapis-lapis), Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki. [An-Nuur:35]
Pohon zaitun itu tumbuh di puncak bukit ia dapat sinar matahari baik di waktu matahari terbit maupun di waktu matahari akan terbenam, sehingga pohonnya subur dan buahnya menghasilkan minyak yang baik.


Pohon terlarang
{وَقُلْنَا يَا آدَمُ اسْكُنْ أَنْتَ وَزَوْجُكَ الْجَنَّةَ وَكُلَا مِنْهَا رَغَدًا حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَذِهِ الشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ الظَّالِمِينَ}[البقرة: 35]
Dan kami berfirman: "Hai Adam, diamilah oleh kamu dan isterimu surga ini, dan makanlah makanan-makanannya yang banyak lagi baik dimana saja yang kamu sukai, dan janganlah kamu dekati pohon ini, yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang zalim. [Al-Baqarah:35] [Al-A'raaf:19]
Pohon yang dilarang Allah mendekatinya tidak dapat dipastikan, sebab Al Quran dan Hadist tidak menerangkannya. ada yang menamakan pohon khuldi sebagaimana tersebut dalam surat Thaha ayat 120, tapi itu adalah nama yang diberikan syaitan.


Pohon terkutuk zaqqum
{وَالشَّجَرَةَ الْمَلْعُونَةَ فِي الْقُرْآنِ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَانًا كَبِيرًا } [الإسراء: 60]
Dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam Al Quran (pohon zaqqum). dan kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu hanyalah menambah besar kedurhakaan mereka. [Al-Israa':60]
     (Makanan surga) itukah hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum. Sesungguhnya kami menjadikan pohon zaqqum itu sebagai siksaan bagi orang-orang yang zalim. Sesungguhnya dia adalah sebatang pohon yang ke luar dan dasar neraka yang menyala. Mayangnya seperti kepala syaitan-syaitan. Maka Sesungguhnya mereka benar-benar memakan sebagian dari buah pohon itu, Maka mereka memenuhi perutnya dengan buah zaqqum itu. [Ash-Shaaffaat: 62-66]
     Sesungguhnya pohon zaqqum itu, makanan orang yang banyak berdosa. (Ia) sebagai kotoran minyak yang mendidih di dalam perut, seperti mendidihnya air yang amat panas. [Ad-Dukhaan: 43-46]


Pohon yang baik dan yang buruk
{ أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ اللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِي السَّمَاءِ (24) تُؤْتِي أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا وَيَضْرِبُ اللَّهُ الْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ (25) وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ اجْتُثَّتْ مِنْ فَوْقِ الْأَرْضِ مَا لَهَا مِنْ قَرَارٍ} [إبراهيم: 24 - 26]
Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit, pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat. Dan perumpamaan kalimat yang buruk seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. [Ibrahim: 24-26]
Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti "Laa ilaa ha illallaah".
Dan termasuk dalam kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.


Rumah lebah
{وَأَوْحَى رَبُّكَ إِلَى النَّحْلِ أَنِ اتَّخِذِي مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ الشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ} [النحل: 68]
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah: "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia". [An-Nahl:68]


Semua sujud kepada Allah
{أَلَمْ تَرَ أَنَّ اللَّهَ يَسْجُدُ لَهُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ وَالشَّمْسُ وَالْقَمَرُ وَالنُّجُومُ وَالْجِبَالُ وَالشَّجَرُ وَالدَّوَابُّ وَكَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ وَكَثِيرٌ} [الحج: 18]
Apakah kamu tiada mengetahui, bahwa kepada Allah bersujud apa yang ada di langit, di bumi, matahari, bulan, bintang, gunung, pohon-pohonan, binatang-binatang yang melata dan sebagian besar daripada manusia? [Al-Hajj:18]


Api dari kayu
{الَّذِي جَعَلَ لَكُمْ مِنَ الشَّجَرِ الْأَخْضَرِ نَارًا فَإِذَا أَنْتُمْ مِنْهُ تُوقِدُونَ} [يس: 80]
Yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu". [Yaasiin:80]


Wallahu a'lam ! 

 

Blogroll


About